Pejabat di Indonesia Malu Melapor

Sindikat Penipu Dana Kampanye

Pejabat di Indonesia Malu Melapor

- detikNews
Jumat, 29 Mei 2009 16:21 WIB
Pejabat di Indonesia Malu Melapor
Jakarta - Bukan hanya Sultan Brunei saja yang kena tipu Rp 20 miliar terkait pemilu. Menurut catatan polisi banyak juga pejabat di Indonesia yang kena tipu. Tapi sayangnya mereka enggan melapor.

"Semuanya malu melapor," kata Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Hadiatmoko saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5/2009).

Di antara pejabat yang tertipu itu mulai dari pejabat di daerah hingga tingkat pusat. Termasuk juga pejabat di lingkungan BUMN dan perbankan. Para pelaku memang lihai dalam mencari alamat dan nomor telepon orang yang mereka incar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka mengaku orang penting dan akan memenangkan caleg tertentu dalam pemilu. Dan mereka menjanjikan kepada pejabat di dalam negeri akan lulus tes atau mendapat proyek," jelas Hadiatmoko.

Untungnya, pihak Brunei yang merasa kena tipu tanggap dan melaporkan kejadian ini. "Kasus ini atas laporan pejabat dari Brunei," terang Hadiatmoko.

Baru 13 tersangka yang ditahan. Mereka dijerat dengan pasal 378 jo 264 KUHP dan pasal 3 dan 6 undang-undang tindak pidana pencucian uang. Barang bukti yang diamankan antara lain 135 lembar KTP, 15 handphone, dan 30 kartu ATM dari berbagai bank.

Sayangnya bos sindikat penipu ini meloloskan diri. Polisi mengaku tengah melakukan pengejaran.

(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads