Peristiwa itu terjadi saat Bibit Waluyo ikut menjemput Megawati di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jumat (29/5/2008). Mega datang ke Solo dalam rangka menghadiri deklarasi ekonomi rakyat yang akan digelar di Solo nanti malam.
Begitu turun dari pesawat, Mega langsung disambut Prabowo Subianto, Bibit Waluyo, Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko, Walikota Surakarta, Ketua DPC PDIP Surakarta Hadi Rudyatmo dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat 'serangan mendadak' tersebut, Bibit hanya tersenyum dengan sedikit membungkuk tanda menghormat. Tak ada pembicaraan lagi setelahnya yang menyangkut masalah tersebut.
Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, menilai ucapan Megawati itu sebagai peringatan yang harus diperhatikan secara serius oleh Bibit Waluyo. Bagi Rudy, ucapan itu adalah sindiran keras ala orang Jawa. karena Bibit selama ini dinilai kurang setia terhadap partai yang telah mendudukkannya sebagai gubernur.
Seperti sering diberitakan selama ini, Bibit Waluyo menolak menjadi jurkam dalam kampanye Pemilu Pileg dengan alasan dia adalah gubernur untuk seluruh rakyat Jateng. Bibit juga menolak menjadi jurkam dalam Pilpres mendatang. Sikapnya ini dipermasalahkan oleh kader-kader PDIP.
(mbr/djo)











































