"Ini perlawanan rakyat. Kalau perang, ini menggunakan jaringan gerilya," ujar M Jasin saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2009).
Jasin menambahkah, kekuatan terbesar Megawati-Prabowo ada di kalangan akar rumput. Karena itu, ia akan menggalang kekuatan dengan suara-suara dari arus bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya ada 45 tukang ojek dukung Mega-Prabowo itu bisa memberitahu yang lain juga. Jadi polanya sporadis," ungkap pensiunan letnan jenderal ini.
Jasin mengaku tidak akan menggunakan jaringan-jaringan yang formal dan tidak akan membuat organisasi-organisasi dari pusat, tetapi justru memfasilitasi masyarakat yang ingin memberikan dukungannya kepada pasangan Megawati-Prabowo.
"Jadi kalau misalnya ada satu orang ingin buat dukungan kepada Megawati-Prabowo, dia datang kepada saya. Lalu saya jelaskan bagaimana caranya dan lalu orang itu pun kembali ke tempatnya untuk menggalang massa. Jadi saya semacam adviser," cetus Jasin.
Jasin juga mengaku akan terus mengembangkan sekoci-sekoci relawan pendukung Prabowo. Hal ini dinilai potensial untuk menggalang massa menjelang poilpres.
"Seperti yang akan kita deklarasikan itu Barindo Raya. Pengurus-pengurus Barindo itu kan telah menyatakan dukungan pada SBY, tapi banyak juga teman-teman di bawah yang menyatakan dukungannya kepada Megawati-Prabowo, sehingga ingin bentuk Barindo Raya, ya silakan saja," jelasnya.
Barindo Raya yang merupakan pecahan dari Barindo ini akan dideklarasikan pada 1 Juni mendatang di Solo, Jawa Tengah. (irw/irw)











































