Menanggapi hal tersebut, Uga mengatakan, berjilbab merupakan panggilan hati.
"Itu kebetulan saja, keterpanggilan masing-masing. Alhamdullilah kalau itu dianggap positif," kata dia usai menghadiri acara "Doa Ibu untuk Bangsa" di Padepokan Pencak Silat, Jl Taman Mini I, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Uga, dirinya memakai jilbab bukan untuk menarik simpati. Jilbab sudah dikenakannya sejak lama.
Dalam acara doa bersama tersebut, Mufidah dan Uga membacakan doa bersama puluhan ibu-ibu yang berasal dari Perempuan Golkar dan Perempuan Hanura. Mereka tergabung dalam Karya Nurani yang dimaksudkan juga untuk menggalang dukungan bagi JK-Wiranto dari kaum perempuan di seluruh Indonesia.
"Kami selaku makmum merasa bahwa sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk mendoakan imam kami, agar tugasnya bisa sukses dalam pelaksanaannya nanti. Ini merupakan wujud pengabdian kepada imam kami," tandasnya. (nvc/irw)











































