"Seharusnya saat kampanye, timses tidak boleh datang dari kabinet. Karena hal ini akan mengganggu pekerjaan menteri itu," ujar capres PDIP-Gerindra, Megawati Soekarnoputri.
Hal tersebut disampaikan Mega saat meresmikan Mega-Prabowo Media Center (MPMC) di Jl Prapanca No 39, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2009).
Menurut Mega, dengan menjadi timses, seorang menteri tentunya tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Saat ia menjadi timses, otomatis pekerjaannya akan diserahkan pada dirjen atau irjennya. Kinerja pemerintah pun akan terhambat.
"Kalau begini pengawasannya bagaimana," tanya Mega.
Menurut Mega, hal ini pun berpotensi menciptakan konflik dalam kabinet. Ia menjelaskan seharusnya dalam kabinet tidak boleh lagi menteri membawa-bawa asal partainya. Semuanya merupakan satu kesatuan.
"Jangan ada pengkotak-kotakkan. Jangan ada yang bilang ini menterinya Mas Prabowo, ini menterinya saya. Semuanya harus melebur," jelas Mega.
Beberapa menteri yang menjadi tergabung dalam timses SBY antara lain Freddy Numberi, Lukman Edy, Taufiq Effendi, Jero Wacik, Hatta Rajasa dan Suryadharma Ali. Menteri pendukung JK-Wiranto antara lain Fahmi Idris, Paskah Suzetta dan Aburizal Bakrie.
(rdf/nrl)











































