"Kadang wartawan itu menjengkelkan. Daripada ngoceh banyak-banyak terus suka nggak dimasukin," kata Mega sambil tertawa.
Hal itu disampaikan dia saat menanggapi curhat wartawan seputar Mega yang suka irit bicara dan sulitnya PDIP ditembus wartawan dalam acara "Mega Mendengar Wartawan" di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada wartawan Rakyat Merdeka?" tanya Mega kepada 50 wartawan yang hadir dalam cara itu.
"Ini Bu...ini Bu...," kata wartawan sambil menunjuk ke arah wartawan Rakyat Merdeka. Wartawan Rakyat Merdeka itu tampak tersenyum.
"Rakyat Merdeka kalau melihat kita kayaknya sudah mau nerkam. Beda kalau ngomongin yang di sebelah sana. Sepertinya nggak ada yang baik buat mereka kalau untuk kita. Ya kalau mau berdemokrasi, tidak menyampaikan hal-hal yang dimanipulir," kata Mega.
"Tiap pagi, saya selalu baca dari tumpukan koran. Yang saya ambil selalu Rakyat Merdeka dulu. Tetapi, setiap saya ambil dan saya lihat. He...he...he tetap saja," lanjut Mega.
Bantar Gebang
Dalam kesempatan itu, fotografer juga mengeluhkan tidak diberi tempat yang baik untuk bisa mengambil gambar saat deklarasi Mega-Prabowo di Gunung Sampah, Bantar Gebang, Bekasi pada Minggu 24 Mei 2009.
"Perlu diketahui, PDIP ini kan partai rakyat. Mereka boro-boro menyiapkan tempat dengan baik. Mengurus dirinya sendiri saja susah. Seperti Bantar Gebang, saya bilang ke Sekjen, kaki saya sudah ribuan kali nginjek panggung loh, saya tahu mana panggung yang kuat, mana yang nggak. Ketika banyak orang naik ke panggung, belum selesai ngomong sudah roboh," curhat Mega.
Mega pun menghaturkan permohonan maaf jika tidak dapat memberi tempat yang kurang memuaskan kepada wartawan.
"Mohon maaf kalau mendapat tempat yang kurang memuaskan. Mereka semua bergotong royong menyiapkan deklarasi. Juga bergotong royong dalam biaya. Dan mereka tidak punya ahli seperti di tempat lain," kata Mega.
"PDIP ya tunggulah suatu saat, saya berharap yang muda-muda mempunyai kualitas menampilkan hal-hal seperti itu," ujar Mega.
(aan/gah)











































