"Saya tidak tahu kudanya Prabowo. Tapi apa salahnya sih!" keluh Permadi dalam dialog tim sukses capres-cawapres di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
Hal ini disampaikan Permadi menanggapi tudingan yang menyebutkan ekonomi kerakyatan yang sering didengungkan Prabowo tak sejalan dengan kepemilikan kuda yang kabarnya bernilai miliaran rupiah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa salahnya sih orang kaya mikirin orang miskin," kata eks politisi PDIP ini.
Menurut mantan politisi PDIP ini, tidak ada salahnya jika seorang capres ataupun cawapres memiliki kekayaan berlimpah. Bahkan kata dia, presiden di negara maju sudah kaya terelebih dahulu sebelum terpilih sebagai presiden.
"Di Amerika presiden sudah kaya duluan. Jangan miskin terus korupsi. Jadi daripada korupsi mending presiden kaya," cetusnya.
Ketika ditanya, apakah capres dan cawapres harus orang kaya. Pria yang kerap berpakaian serba hitam ini menjawab lugas. "Harus!" tandasnya.
Menurut data KPK, Prabowo adalah peserta pilpres paling tajir. Asetnya sekitar Rp 1,6 triliun.
(Rez/nrl)











































