"Kita ingin masalah jati diri bangsa dimasukkan dalam debat capres sehingga diharapkan siapapun yang jadi presiden akan punya karakter bangsa yang sekarang hilang ini," kata salah satu Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa, Letjen (purn) Kiki Syahnakri, dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Rabu (27/5/2009).
Menurut Kiki, pembangunan karakter sangat penting artinya bagi kemajuan suatu bangsa. Bangsa Jepang dan Jerman bisa sedemikian maju karena mereka sukses dalam pembangunan karakter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, dengan dimasukkannya materi tersebut ke dalam debat capres, diharapkan rakyat bisa menyaksikan langsung komitmen masing-masing capres terhadap pembangunan karakter bangsa. Dengan demikian, jika nanti di tengah jalan pemerintahan melenceng, rakyat bisa mengoreksinya.
Menanggapi permintaan itu, anggota KPU I Gusti Putu Arhta mengatakan KPU memiliki konsen serupa menyangkut pembangunan karakter. KPU akan berupaya memasukkan tema tersebut ke dalam materi debat capres.
"KPU akan mencoba mengkomunikasikannya dengan tim kampanye masing-masing pasangan sehingga bisa dimasukkan ke dalam materi debat," kata Putu yang 28 Mei berok akan bertemu dengan tim kampanye masing-masing pasangan capres-cawapres pukul 10.00 WIB.
(sho/irw)











































