Rapat konsultasi berlangsung di Istana Negara, Rabu (27/5/2009). Agenda utama adalah mencari jalan keluar 6 RUU yang belum juga tuntas proses pembahasannya di tingkat parlemen.
Baik SBY dan JK sama-sama tampil berpeci hitam. Bedanya SBY mengenakan kemeja batik warna hijau tua, dan JK berkemeja lengan panjang warna biru muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai rapat, SBY dan Ketua DPR Agung Laksono menyampaikan keterangan tentang hasil yang dicapai. Hingga sesi tanya-jawab ditutup, JK seperti biasa berdiri di belakang SBY bersama para anggota kabinet lain.
Usai menyampaikan keterangan pada pers, SBY terlihat mengingatkan JK tentang suatu hal. Meski pembicaraan tersebut berlangsung amat singkat, tapi jelas terlihat mereka sedang serius.
"Siap Pak," sahut JK atas pernyataan SBY.
Di dalam kapasitasnya selaku bakal kontestan Pilpres 2009 yang dijagokan parpolnya masing-masing, hampir satu bulan ini terbangun suasana kompetisi hebat antara SBY dan JK. Bukan hanya satu dua kali mereka saling berbalas pernyataan yang tidak bisa dipungkuri memanaskan suhu politik nasional.
SBY-JK yang sama-sama maju sebagai capres dalam Pilpres 2009, akhir-akhir ini saling serang di media. Dalam berbagai kesempatan, keduanya saling mengkritik. Kritikan pedas sering dilontarkan terutama oleh Jusuf Kalla. JK sering mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu harus cekatan, cepat dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Seolah-olah menyindir SBY yang terkenal peragu. Sedang SBY menyindir JK dengan "jangan takabur, itu tidak baik."
Kedua tokoh ini terakhir bertemu di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) yang berlangsung di Hotel Bidakara, 12 Mei lalu. Dalam kesempatan itu, SBY meyakinkan bahwa hubungan mereka baik-baik saja dan berkomitmen akan menyelesaikan pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
(lh/nrl)











































