Politisi PKS mendapatkan laporan elektabilitas pasangan JK-Wiranto meningkat akibat para istri mereka kemana-mana menggunakan jilbab. Mahfudz pun prihatin akan nasib pasangan SBY-Boediono dengan serangan soal agama. Agar pemilih Islam tetap bersama SBY, para istri dari pasangan SBY-Boediono diminta lebih sering menggunakan jilbab dalam acara-acara formal yang diliput media.
"Saya ditanya soal itu (jilbab), saya bilang beberapa hari lalu saya lihat di TV, Bu Ani mendampingi Pak SBY menerima pernyataan dukungan dari Tarbiyah Islamiyah. Bu Ani pakai busanah muslimah putih dan berkerudung, Bu Ani tambah mempesona, tambah anggun kalau pakaiannya begini. Ini harus dilanjutkan," kata Ketua DPP PKS Mahfudz Siddik kepada detikcom, Rabu (27/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan hal yang positif (berbusana muslimah), apalagi hal-hal yang kaya gini jadi isu kampanye capres lain. Pemilih muslim besar suaranya lho, apalagi elit di NU dan Muhammadiyah kecenderungannya ke pasangan JK-Wiranto," paparnya.
Menurut Mahfudz, simbol-simbol keislaman dari Bu Ani dan Bu Boediono harus ditampilkan agar membantah semua serangan mengenai pasangan SBY-Boediono terkesan kurang islami dibanding JK-Wiranto. Selain itu, berbusana muslimah bagi para ibu capres-cawapres ini dinilai akan lebih menarik simpati publik.
"Simbol seperti itu (busana muslimah) harus selalu ditampilkan. Lebih sering tampil dengan busana muslimah akan lebih baik karena tidak jadi sasaran serangan kampanye dari para lawan politiknya. Pak Boediono saja sudah sering pakai peci, akan lebih baik kalau ibunya juga lebih sering pakai kerudung," pungkas Mahfudz sambil tertawa ringan.
(yid/iy)











































