"Saya siap kalah dengan jiwa yang besar," kata Boediono menjawab pertanyaan para blogger di Angkringan Wetiga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2009).
Menghadapi Pilpres 2009 ini, Boediono yang terkenal irit bicara berjanji akan lebih banyak berkomentar kepada publik. "Kalau dulu sebagai Gubernur BI kalau terlalu banyak bicara kita bisa kacau. Sedikit meleset saja bisa kacau. Sekarang masa pilpres ini saya rasa perlu untuk bicara," kata pria berkacamata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta bantuan rekan-rekan untuk menciptakan iklim yang fair dalam pilpres. Jangan sampai ada yang terpojok dalam isu-isu. Saya tidak harapkan saudara-saudara mendukung saya. Itu terserah anda. Its up to you, its your choice."
Boediono mengaku jarang membuka internet. Paling-paling dia cuma membuka google untuk cari informasi atau pun sekadar mengecek email saja. "Saya malu. Jujur paling-paling saya cari internet cuma cari info di Google, atau buka email. Sehari nggak tentu. Tapi buka email sudah menjadi bagian," pungkasnya.
(anw/anw)











































