ย
"Kami melihat pernyataan Rizal Mallarangeng sebagai pernyataan orang yang panik, bagi kami ini menyenangkan," ujar Fadli saat jumpa pers di kantor Gerindra Media Center (GMC), Jl Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2009).
Menurut Fadli, pernyataan Rizal yang mengatakan Prabowo memiliki cacat dalam track record militernya adalah ungkapan yang kurang tepat. Seharusnya Rizal tidak menyerang pribadi melainkan konsep ekonomi kerakyatan yang diusung Prabowo.
"Karena orang yang panik logikanya tidak utuh sehingga tidak rasional menanggapi isu-isu. Seharusnya tidak menyerang pribadi tapi pada konsep yang diusung," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi isu ekonomi liberal yang dibantah Rizal, Fadli menegaskan, pemerintah saat ini telah jelas-jelas mempraktekkan ekonomi neoliberal. Hal itu terbukti dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.
"Pada kenyataannya pemerintah sekarang lebih memilih ekonomi liberal contohnya antara lain impor bahan pangan yang sampai tarifnya dinol-kan misalnya impor susu. Kita lihat secara keilmuwan yang menurut ekonomi neoliberal adalah itu privatisasi, liberalisasi danย pencabutan subdisi yang menyebabkan harga mahal. Bahkan Rizal melalui Freedom Institute mendukung kenaikan harga BBM," pungkasnya.
(ape/iy)











































