"Ke depan, DPR harus melakukan perubahan. Nggak lucu ada 2 incumbent yang maju. Harusnya salah satu mundur. Itu kelemahan sistem kita dan harus dibereskan," kata Raden Pardede.
Hal ini disampaikan dia saat acara seminar bertajuk 'Boedionomics: Antara Neolib dan Ekonomi Kerakyatan' di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya siapa pun berhak menjadi capres? "Oh iya, saya tidak mengatakan wakil presiden tidak berhak. Tetapi, mestinya kalau dia menjalankan pemerintahan saat ini ini menjadi keraguan. Nggak mungkin presiden yang mundur, di mana-mana wapres. Bukan hanya persoalan Istana kosong kalau dia ingin memerintahkan menterinya," kata Raden Pardede yang dekat dengan Boediono ini.
(aan/nrl)











































