"Menurut kami, harus tegas pemisahan jadwal kampanyenya itu," kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo saat dicegat wartawan sebelum mengikuti rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2009).
Presiden SBY kini maju menjadi capres Partai Demokrat (PD) berpasangan dengan Boediono. Sementara JK yang masih menjabat wapres menjadi capres Partai Golkar berpasangan dengan Wiranto.
Menurut Tjahjo, acapkali kunjungan kerja SBY yang seharusnya digunakan untuk menjalankan tugas sebagai presiden terpotong acara kampanye. "Jelas ini mengganggu tugasnya. Seharusnya dia menjalankan tugas sebagai presiden tetapi dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok kecilnya," ujar Tjahjo.
PDIP meminta agar SBY dan JK melakukan cuti secara bergantian untuk kampanye agar tugas pemerintahan tidak terganggu. Hal yang sama juga harus diterapkan pada tim sukses masing-masing yang menjabat sebagai menteri.
"Termasuk juga Mensesneg Hatta Rajasa. Pada hari apa ia menjadi Mensesneg dan pada saat kapan dia menjadi Ketua Tim sukses SBY-Boediono. Juga Pak Fahmi Idris kapan sebagai Menteri kapan sebagai Ketua Tim JK-Wiranto. Intinya jangan sampai ada kekosongan dua-duanya karena berkampanye(SBY-JK)," pungkasnya.
(ape/iy)











































