PDIP Imbau Rakyat Awasi Keterlibatan TNI Aktif

PDIP Imbau Rakyat Awasi Keterlibatan TNI Aktif

- detikNews
Selasa, 26 Mei 2009 11:37 WIB
PDIP Imbau Rakyat Awasi Keterlibatan TNI Aktif
Jakarta - Banyaknya purnawirawan jenderal yang bergabung dalam tim sukses pasangan capres-cawapres tidak membuat khawatir PDIP. PDIP justru mengimbau agar masyarakat mewaspadai pemanfaatan tentara aktif untuk mendukung capres tertentu.

"Kalau Ibu Mega dan JK, saya yakin tidak akan menarik itu (tentara aktif). Tetapi tidak tahu kalau yang lain. Masalahnya Pak SBY sebagai incumbent itu juga masih sebagai panglima tertinggi TNI," kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2009).

Menurut Tjahjo, sosok purnawirawan menarik di mata para capres dan cawapres karena mereka memiliki kemampuan yang kompleks dalam hal operasi intelejen dan penggalangan massa. Selain itu, pengalaman para purnawirawan di bidang hubungan sosial-politik juga dinilai menjadi kontribusi tersendiri sehingga layak untuk diajak bergabung memenangkan pasangan capres-cawapres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimanapun TNI punya kemampuan operasi intelejen, operasi teritorial, operasi khusus dan pengalaman di bidang sosial-politik. Wajar kalau keempat elemen itu dimanfaatkan oleh capres. Yang penting bagi kami, purnawirawan itu tidak menarik TNI aktif," paparnya.

Bagi Ketua FPDIP DPR ini, masyarakat harus benar-benar waspada dan ikut mengawasi agar TNI tetap netral dalam Pilpres mendatang. Hal ini sangat penting untuk menjaga demokratisasi yang telah mulai membaik dengan ditandai kehidupan sosial-politik yang damai.

"Saya kira masyarakat harus bersikap tegas, jangan sampai TNI dan Polri ditarik ke kancah politik praktis. Kami sampai saat ini memegang teguh pernyataan Panglima TNI, Kapolri dan semua Kepala Staf TNI," paparnya.

"Mereka menyatakan tidak ada satu pun personelnya yang akan ditarik ke politik praktis. Kalau purnawirawan terlibat, tidak jadi soal karena mereka tidak aktif. Toh sekarang semua purnawirawan ada di semua capres," pungkasnya.
(yid/iy)


Berita Terkait