"Pernyataan Pak Kwik itu tidak jujur. Beliau menuduh Pak Boediono naik karena desakan tertentu. Itu sama sekali nggak bener," kata tim sukses SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng di Kantor Bravo Media Center (BMC), Jl Teuku Umar, Jakarta, Senin (25/5/2009).
Rizal juga membantah Boediono adalah agen neoliberal. "Kami mengimbau kepada Pak Kwik dan orang-orang seperti itu, tolonglah masyarakat membutuhkan kondisi yang damai dan yang santun apalagi menjelek-jelekkan yang nggak bener," cetus mantan capres yang lantas mengundurkan diri ini.
Penggunaan istilah neolib dan ekonomi kerakyatan, menurut Rizal cuma istilah labeling. "Yang jelas Pak SBY dan Boediono akan bekerja dengan konkret, seperti menambah sekolah dan rumah sakit dan bukan berfokus pada istilah-istilah itu," kata adik kandung Andi Mallarangeng tersebut.
Dalam kesempatan ini, Rizal juga mengungkapkan kalau ternyata Kwik Kian Gie adalah timnya JK-Wiranto. Meski tidak menuduh Kwik berada di balik JK-Wiranto, Rizal terkesan menyindir mantan menteri Mega tersebut.
"Saya baru melihat Pak Kwik di TV dan media lain, dan saya baru tahu kalau beliau itu timnya Pak JK," sindir Rizal.
Soal Kwik yang menantang Boediono debat soal ekonomi, menurut Rizal, KPU telah menetapkan jadwal debat cawapres, sehingga tidak perlu lagi bikin agenda-agenda lagi.
"Beliau kan menantang Pak Boediono untuk debat cawapres. Tapi setahu saya, nanti akan ada perdebatan resmi dari KPU kepada para cawapres," pungkasnya.
(anw/iy)











































