Ratusan Miliar Hanya Untuk Pencitraan

Tim Sukses SBY

Ratusan Miliar Hanya Untuk Pencitraan

- detikNews
Senin, 25 Mei 2009 15:16 WIB
Ratusan Miliar Hanya Untuk Pencitraan
Jakarta - Boediono bergegas masuk ke markas Bravo Media Center (BMC) sore itu. Pria yang kini menjadi cawapres SBY itu, lalu masuk ke sebuah ruangan yang ada di markas BMC, Jalan Teuku Umar No. 51, Jakarta Pusat.

Kamis (21/5/2009) sore itu, Boediono bersama Tim Walisongo, tim kampanye Boediono, akan dibriefing Rizal Mallarangeng dari Fox Indonesia. Malam itu Boediono akan berbicara di sebuah stasiun televisi swasta.

"Boediono dibriefing dulu sebelum memberikan wawancara di salah satu stasiun TV malam ini," jelas Taufan, anggota tim Walisongo saat ditemui detikcom, di markas BMC, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Briefing terhadap Boediono dianggap sangat penting lantaran baik buruknya performa Boediono di hadapan publik akan berpengaruh terhadap citra yang sudah dibangun SBY. Itu sebabnya Fox Indonesia, yang ditunjuk SBY sebagai konsultan politik, dituntut kerja ekstra keras untuk "membimbing" mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) supaya sesuai arahan.

Bukan hanya memoles Boediono, Fox juga menjaga sang cawapres dari serangan pihak lawan. Tidak heran ketika Boediono diserang soal kisruh proyek monorel oleh Jusuf Kalla (JK), Rizal yang langsung menyerang balik.

Begitu Boediono diserang dengan isu neoliberal, Fox selalu menyiapkan sanggahan dan serangan balik atas tudingan tersebut.

"Fox memang kita tunjuk untuk jadi konsultan pencitraan. Karena kami menilai kerja mereka bagus dan profesional," jelas koordinator tim kampanye SBY-Boediono, Ruhut Sitompul kepada detikcom, Minggu (24/5/2009).

Fox sejak beberapa bulan sebelum Pemilu Legislatif dipercaya penuh untuk menangani pemenangan Partai Demokrat (PD) dan SBY sebagai capres. Lembaga pencitraan ini kemudian membentuk BMC 13 Februari 2009, sebagai pusat komando pencitraan PD dan SBY di Pemilu Legislatif dan Pilpres.

Selain terkait citra, BMC juga berfungsi sebagai sarana informasi yang berhubungan dengan data-data terkait pemilu, khususnya bagi kepentingan PD.

Informasi yang diterima detikcom, Fox tidak hanya menangani urusan pencitraan, pengumpulan serta analisa data bagi PD dan SBY. Urusan materi kampanye lewat iklan juga ditanganinya. Bahkan desain serta pembuatan atribut kampanye, seperti kaos, bendera dan striker semua ditangani perusahaan milik Choel Mallarangeng dan Rizal Mallarangeng tersebut.

Tidak heran, dengan tugas dan kewenangan fox yang begitu besar, PD dan SBY pun harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk Fox. Konon biayanya mencapai ratusan miliar. Fulus sebesar itu berasal dari sumbangan para kolega SBY.

"Uang yang diterima memang besar. Buktinya belum lama ini Fox membeli rumah seluas 1.800

meter per segi di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta," ungkap si sumber meyakinkan.

Namun Wakil Ketua DPP PD Ahmad Mubarok membantah dana untuk Fox sampai ratusan miliar. "Untuk dana pastinya saya tidak tahu. Tapi tidak mungkin lah dananya sebesar itu," jelas Mubarok saat dihubungi detikcom.

Tapi Mubarok mengakui untuk urusan pencitraan, termasuk disain iklan maupun atribut kampanye, semuanya ditangani Fox. Hanya saja, kata Mubarok, semua pesanan sesuai arahan PD.

Sementara sumber detikcom mengungkapkan, kalangan parpol pendukung SBY-Boedino banyak mengeluhkan Fox karena semua urusan kampanye ditangani oleh lembaga ini. Apalagi setiap kegiatan yang akan dilakukan tim sukses di hadapan publik, harus dapat arahan dulu dari Fox.

"Setiap langkah yang akan dilakukan tim sukses harus dikonsultasi dulu ke BMC. Misalnya soal pernyataan pers atau dialog di hadapan publik," jelas sumber detikcom, yang merupakan anggota tim sukses SBY-Boediono, dari kalangan partai pendukung.

Dominasi Fox di tim sukses SBY, lanjut sumber tersebut, membuat tidak nyaman beberapa partai pendukung. Apalagi, jelas sumber tersebut, fulus untuk menggerakkan mesin politik parpol koalisi untuk memenangkan SBY-Bioediono jadi agak seret. Karena modal yang diberikan hanya bendera, tiang, kaos dan stiker.

"Padahal untuk menghidupkan mesin politik di daerah butuh dana segar untuk transportasi dan lobi-lobi," tandasnya.

Namun adanya dominasi Fox di tim kampanye nasional SBY-Boediono dibantah koordinator tim kampanye Ruhut Sitompul. Kata Ruhut, antara Fox dan mitra koalisi terjalin kerjasama yang baik.

"Beberapa kali pimpinan partai pendukung rapat di BMC. Tapi memang lebih seringnya kita (partai koalisi) rapat di Gedung Expo, Kemayoran, di lantai 6. Sebab tempatnya lebih luas dibanding BMC," jelas Ruhut.

Sedangkan mengenai koordinasi tim sukses, Ruhut mengatakan, selain SBY, pusat komando tetap dipegang Mensesneg Hatta Rajasa dan mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto. Keduanya merupakan ketua dan wakil ketua tim sukses nasional SBY-Boediono.
(ddg/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads