"Isu Munaslub Golkar itu saya kira sudah terdengar," ujar Muladi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/209).
Hal ini disampaikan Muladi menjawab pertanyaan wartawan soal santernya isu Munaslub untuk mendongkel Jusuf Kalla dari kursi ketua umum partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi lebih baik konsentrasi dulu pada pemilihan presiden dan wapres, setelah itu silakan mengadakan Munas dipercepat," imbuh mantan Menteri Kehakiman ini.
Muladi mengritik penggunaan bahasa Munaslub. Pria yang menjabat Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) ini meminta bahasa Munaslub terlalu berlebihan dan sebaiknya tidak dipakai, dan lebih baik diganti menjadi Munas dipercepat.
"Jangan pakai Munaslub. Lub itu kok kesannya gimana,Β tapi munas dipercepat saja," tandasnya.
(Rez/nrl)










































