Puluhan Ibu Geruduk BI Makassar, Tolak Capres-Cawapres Neolib

Puluhan Ibu Geruduk BI Makassar, Tolak Capres-Cawapres Neolib

- detikNews
Senin, 25 Mei 2009 13:14 WIB
Makassar - Puluhan ibu yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) mendatangi kantor Bank Indonesia cabang Makassar, di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (25/5/2009). Mereka berunjuk rasa menolak capres-cawapres antek-antek neoliberalisme.

Sebelum sampai di kantor BI Makassar, pengunjuk rasa terlebih dahulu berkumpul di Monumen Mandala dan selanjutnya mereka melakukan longmarch menuju kantor BI Makassar.

Dalam pernyataan sikap resmi SRMI, tudingan capres-cawapres pro Neoliberalisme mengarah pada pasangan SBY-Boediono. Dalam pemerintahan SBY, dinilai oleh pengunjuk rasa, sejumlah produk perundangan mengikuti arus liberalisasi seperti UU Penanaman Modal, UU Badan Hukum Pendidikan dan UU Sumber Daya Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 85 persen pengelolaan Migas Nasional diberikan kepada pihak asing, termasuk sektor Telekomunikasi, SBY sangat patuh pada WTO," tutur Firdaus, koordinator aksi SRMI.

Sementara menurut seorang ibu pengunjuk rasa, Daeng Baji yang berorasi, dirinya khawatir jika SBY kembali terpilih kondisi rakyat miskin akan tetap miskin, karena tidak adanya jaminan pendidikan dan kesehatan gratis.

"Hati kami terasa perih jika teman kami ditolak masuk rumah sakit atau anak kami terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena tidak punya biaya," ungkap Daeng Baji.

Meskipun pengunjuk rasa memblokade jalur masuk pintu utama kantor BI, aktivitas perkantoran tetap lancar seperti hari biasanya. Arus masuk dan keluar kantor dialihkan sementara di pintu belakang kantor BI, di jalan Gunung Lompobattang, Makassar.  Puluhan aparat kepolisian dari Polwiltabes Makassar juga ikut disiagakan mengawal aksi ini.

(mna/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini