Sebelum sampai di kantor BI Makassar, pengunjuk rasa terlebih dahulu berkumpul di Monumen Mandala dan selanjutnya mereka melakukan longmarch menuju kantor BI Makassar.
Dalam pernyataan sikap resmi SRMI, tudingan capres-cawapres pro Neoliberalisme mengarah pada pasangan SBY-Boediono. Dalam pemerintahan SBY, dinilai oleh pengunjuk rasa, sejumlah produk perundangan mengikuti arus liberalisasi seperti UU Penanaman Modal, UU Badan Hukum Pendidikan dan UU Sumber Daya Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut seorang ibu pengunjuk rasa, Daeng Baji yang berorasi, dirinya khawatir jika SBY kembali terpilih kondisi rakyat miskin akan tetap miskin, karena tidak adanya jaminan pendidikan dan kesehatan gratis.
"Hati kami terasa perih jika teman kami ditolak masuk rumah sakit atau anak kami terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena tidak punya biaya," ungkap Daeng Baji.
Meskipun pengunjuk rasa memblokade jalur masuk pintu utama kantor BI, aktivitas perkantoran tetap lancar seperti hari biasanya. Arus masuk dan keluar kantor dialihkan sementara di pintu belakang kantor BI, di jalan Gunung Lompobattang, Makassar. Puluhan aparat kepolisian dari Polwiltabes Makassar juga ikut disiagakan mengawal aksi ini.
(mna/nrl)










































