"Pemilih pilpres kacau, walaupun SBY pendukung banyak bisa jadi kalah karena pemilihnya kabur ke tempat lain," tutur Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (24/5/2009).
Menurut Arbi, kondisi politik di Indonesia tanpa kontrol, tidak ada aturan yang jelas. Parpol membebaskan semua kadernya berpolitik sendiri-sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Arbi memprediksi banyaknya pemilih bias (swing voter) dalam pilpres mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arbi menambahakan, parpol harus bekerja ekstra keras apabila ingin capres-cawapres yang diusungnya lolos dalam pilpres 8 Juli nanti. Sulitnya mencari kader setia menjadi salah satu masalah penting yang harus segera diatasi masing-masing parpol.
"Persoalannya bagaimana partai berkoalisi dan menyusun kekuatan menghadapi pilpres, karena menjadi sulit mencari kader setia, apalagi pemilih setia," tegasnya. (van/mad)











































