"Saat itu JK hanya memikirkan nasib 9 juta pengguna transportasi di Jakarta dan mendorong proses pembangunan monorel. Jadi tidak ada satu pun proses yang dilanggar," kata Yuddy Chrisnandi di Hotel Mangkuputra, Banten, Jawa Barat, Minggu (24/5/2009).
Β
"Kendati pun akhirnya rencana itu dibatalkan oleh keputusan kolektif," imbuh Yuddy.
Yuddy mengatakan, tuduhan Rizal Mallarangeng tidak pantas diucapkan oleh seorang intelektual.
"Tidak layak seorang intelektual menyebarkan statemen seperti itu. Apalagi mereka satu kampung. Bagi orang timur, itu ibarat orang tua. Alangkah lebih elegan jika menjunjung tinggi etika," kritik Yuddy.
(anw/iy)











































