"Kalau kami jadi presiden saya tidak akan berjanji menutup ini-itu, hypermart ini-itu, tetapi akan membangkitkan rasa nasionalisme untuk rakyat Indonesia," ujar cawapres Prabowo Subianto dalam dialog budaya yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2009).
Prabowo menceritakan pengalaman masyarakat Jepang yang lebih suka mal lokal. Di Jepang, kata Prabowo, ada sebuah hypermarket terbesar dari AS, bernama Wall Mart. Setelah beroperasi 5 tahun di Jepang, mal tersebut tutup lantaran orang Jepang tidak ada yang belanja di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyinggung para elit yang selama ini bermental kalah. Tidak hanya elit politik, para profesor Indonesia selalu degdegan jika berhadapan dengan profesor berkulit putih.
Prabowo juga bercerita pengalamannya saat mengucapkan misi dan visi untuk konvensi capres di Golkar 2004 lalu. "Saya ditanggap oleh profesor dari Australia. Tapi saya menolak tapi ini bukan karena saya anti asing, tapi tidak ada yang lebih mengerti bangsa Indonesia selain bangsa Indonesia sendiri. Selain itu mana ada profesor kita yang diundang oleh partai luar negeri," imbuh mantan menantu Soeharto ini.
"Bangsa kita terlalu naif dan lugu. Kita selalu menganggap bangsa lain punya niat yang baik, padahal tidak semuanya demikian. Jika kami terpilih maka pendidikan dan kepemimpinan akan kita benahi," pungkasn Prabowo.
(anw/iy)











































