Pidato Tanpa Teks, Megawati Penuh Gurau

Rakernas Gerindra

Pidato Tanpa Teks, Megawati Penuh Gurau

- detikNews
Sabtu, 23 Mei 2009 13:24 WIB
 Pidato Tanpa Teks, Megawati Penuh Gurau
Jakarta - Dengan balutan baju merah, capres yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato tanpa teks di depan peserta Rakernas Gerindra. Mega mendapat perhatian penuh dari peserta, apalagi mantan Presiden ini berpidato dengan penuh gurau.

Gurau-gurauan Mega ini selalu mendapat tepuk tangan dari para peserta Rakernas. Rakernas Gerindra digelar di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2009).

Megawati hadir di Rakernas Gerindra dengan ditemani Sekjen PDIP Pramono Anung dan Ketua Tim Pemenangan Mega-Prabowo Theo Syafei. Lantas, Mega yang duduk di podium bersama Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Suhardi, dan Pramono Anung, menyampaikan pidatonya dengan tenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela pidatonya, Mega selalu memunculkan gurauan-gurauan segar. Saat menceritakan Prabowo yang kini menjadi cawapresnya, Mega berkata, "Saya panggil Mas saja. Agak kagok kalau panggil Pak. Saya panggil Mas Prabowo Subianto."

Megawati juga menyinggung Moerdiono yang kini menjadi ketua dewan penasihat Gerindra. "Kalau Pak Moerdiono saya kenal sejak zaman muda sampai menjadi Setneg, sementara saya masih rakyat biasa. Jadi, saya panggil Mas saja," kata Mega yang mendapat tepuk tangan dari peserta.

Prof Suhardi, ketua umum Gerindra, juga disebut-sebut Megawati. Menurut dia, Suhardi biasanya mengurusi bambu dan lingkungan hidup. Namun, kini Suhardi mengurus politik.

"Pas Rakernas PDIP di Solo ada Profesor Hardi. Saya tanya Mas ada apa di sini, mau ketemu saya? Pak Hardi langsung bilang, saya ini kan ketua umum Gerindra. (hadirin tertawa). Habis biasanya urusannya lingkungan hidup, spesialis bambu," kata Mega.

Mukhtar Pakpahan yang juga hadir dalam Rakernas Gerindra juga mendapat giliran disinggung Mega.Β  "Waktu zaman susah, ketua umum Partai Buruh itu saya panggil Bang Mukhtar Pakpahan. Saya ingat dulu, ketika mau ditangkap. Kok datangnya ke rumah saya. Saya bilang, Bang kok ke sini, nanti saya ikut-ikutan ditangkap. Akhirnya saya bilang, abang ini kurang pinter, karena abang ditangkap saya tidak," kata Mega.

Giliran M Jasin yang juga disebut-sebut Mega. "Ini M Jasin, ketua umum Pakar Pangan. Kemarin saya bilang akhirnya kita bisa bertemu. Saya tahu namanya, saya tahu gerakannya, tapi baru sekarang muncul orangnya," ujar Mega yang mendapat tepuk tangan.

Dalam pidatonya, Mega berpesan untuk mempertahankan partai, Gerindra harus mempertahankan ideologinya. "Dalam parpol, jika kita mulai tidak punya ideologi, tidak punya roh lagi, itulah awal kehancuran. Kami di PDIP sudah mengalami pasang surut, saya pernah diperiksa selama 8-9 jam di Gedung Bundar Kejagung, pernah dipanggil polisi," kata Mega.

(asy/irw)


Berita Terkait