Dalam pertemuan yang dimulai sekitar pukul 11.45 WIB itu, Boediono dengan mengenakan kemeja batik ini bertemu dengan sejumlah guru besar ekonomi UGM, Rektor UGM Prof. Sudjarwadi, dan Ketua Senat Akademik UGM Prof. Sutaryo.
Dalam pertemuan tersebut, Boediono menceritakan mengenai tawaran yang datang kepada dirinya sebagai cawapres. "Tawaran itu suatu arus besar yang tidak bisa ditolak, dan itu terjadi juga dalam beberapa waktu yang lalu. Saya hanya yakin bahwa arus besar itu adalah baik, sehingga saya tidak bisa menolaknya, dan ini amanah yang harus dilakukan sebaik-baiknya," jelas mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
Boediono mengatakan dirinya menganggap Kampus UGM sebagai tempatnya mengabdi dan sudah banyak kenangan yang dimilikinya. Bagi dia, mengajar adalah sesuatu yang tidak pernah bisa dia tinggalkan, sehingga dia akan selalu mengajar jika ada waktu dan kesempatan. "Saya mohon izin untuk dapat mengajar baik itu reguler atau tidak, bagi saya UGM adalah bagian hidup saya," katanya.
Usai pertemuan tersebut, pada pukul 13.00 Boediono mengajar mahasiswa tingkat pertama Fakultas Ekonomi UGM yang berjumlah 50-60 mahasiswa. "Mengajar bagi saya sangat mengasyikkan," tukasnya.
(dnl/asy)











































