Tim Sukses SBY-Boediono, Rizal Malarangeng, menyebut JK sebagai pemimpin yang grusa-grusu. Contonya saat pembangunan monorail.
"JK menyebut Boediono lambat dan sering menghambat, contohnya soal monorel. Tidak demikian adanya. Boediono ingin berpegang pada aturan yang ada, tapi JK ingin dobrak aturan itu," kata Rizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan membangun dengan grasah grusuh asal cepat tapi hancur semuanya," lanjutnya.
Rizal berharap, JK tidak lagi melancarkan sindirian-sindiran yang kurang pantas. "Mengkritik boleh tapi harus saling menghargai," katanya.
Sementara itu Boediono yang juga hadir dalam kesempatan itu, enggan berkomentar banyak. "Nanti ada waktunya saya beri penjelasan," kata Boediono, sesaat sebelum meninggalkan Restoran Bebek Bengil.
(ken/iy)











































