"Dalam masa Mega menjadi presiden, pemberdayaan perempuan tidak maksimal," kata Rahma usai jumpa pers dukungan bagi SBY-Boediono di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis (21/5/2009).
Menurut Rahma, meski Mega seorang perempuan, bukan berarti seluruh wanita di Indonesia harus mendukungnya. Kinerja pemberdayaan perempuan hanya bisa terlihat lewat kinerja pemimpin, bukan ciri fisik tokoh tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan SBY, lanjut anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini, telah bekerja dengan baik dalam memperjuangkan nasib perempuan. Selama kurun waktu menjabat, banyak kebijakan penting yang telah dihasilkan.
Selain itu, keterwakilan 4 orang perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu juga bisa menujukkan bukti kepedulian SBY terhadap kemajuan kaum Hawa.
"Jadi saya tidak mendukung Mega, dari awal saya sudah berbeda dengan dia," tutup Rahma.
(mad/gah)











































