"Dengan adanya pilpres ini, kami para pemuda berharap agar siapapun yang nantinya terpilih benar-benar mewujudkan ekonomi yang memihak rakyat," kata Ketua Umum BPPR Yudhie Roh Cita Jadi kepada pers di sela-sela memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Rabu (20/5/2009).
Menurut Yudhie, pihaknya sangat pesimistis dengan program-program kampanye yang diusung ketiga pasangan capres. "Ketiga pasangan capres di Pilpres 2009 ini sama-sama berseloroh tentang ekonomi kerakyatan tanpa konsep yang jelas dan terukur," ujarnya.
Padahal, lanjut Yudhie, realisasi yang dijanjikan para capres ini tidak jauh beda seperti program BLT, PNPM dan KUR. Apalagi, program yang ada saat ini pun dinilai model pembangunan tanpa metodologi pengembangan masyarakat agar mampu membangun diri sendiri dan berdikari.
"Kasihan rakyat Indonesia yang harus membiayai dan mengikuti pilpres yang kelak hanya memilih pemimpin yang parodik dan buta terhadap pembangunan sebagai proses pembangkitan, penguatan dan pembelaan atas prakarsa dan swadaya masyarakat," jelasnya.
Yudhie pun mengatakan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai presiden dan wapres harus menunjukkan komitmen yang kuat bagi proteksi ekonomi masyarakat dan pemerataan kesempatan bagi rakyat kecil.
(zal/iy)











































