"Saya protes sekali terhadap komentar tersebut. Saya ekonom Indonesia, Indonesia adalah tanah airku. Semua ditumpahkan untuk Indonesia," kata Boediono dalam jumpa pers di acara renungan Kebangkitan Nasional di Gedung Stovia, Jalan Dr Abdurrahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2009).
"Ada yang menyatakan itu (antek asing). Itu sama sekali tidak benar. Dan saya merasa sedih. Sepanjang karir saya, saya serahkan untuk Indonesia," lanjut Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono mengatakan angka pengangguran sudah mencapai 8,1 persen dan turun dari angka sebelumnya. Berbagai langkah dilakukan seperti melakukan stimulus terhadap lapangan kerja.
Dalam kesempatan itu, Boediono pun berkomentar seputar Hari Kebangkinan Nasional.
"Hari Kebangkitan Nasional bukan hari terbentuknya organisasi orang pribumi, khususnya orang Jawa. Namun, hari lahirnya semangat kebangsaan yang pluralistis. Kebangsaan yang lahir tanggal 20 Mei, bukan kebangsaan yang sempit. Kita mewarisi patriotisme bukan chaufinisme," papar dia.
(aan/iy)











































