"Kita memang akan menyukseskan pemilu, tapi bukan berarti TNI ikut cawe-cawe dalam pemilu. Tantangannya justru dari institusi eksternal TNI yang masih mencoba menarik-narik," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen dalam sebuah diskusi di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).
Menurut Sagom, banyak pihak luar yang mencoba menarik TNI terlibat dalam pemilu, khususnya melalui hubungan kekeluargaan, emosional, dan bahkan
mengaitkan dengan kesejahteraan prajurit TNI. "Syukurlah sampai saat ini belum ada laporan adanya pelanggaran ke arah itu karena iming-iming tersebut," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada pertayaan butuh berapa lama TNI bisa ikut memilih, itu tergantung kesiapan bangsa Indonesia. Kita tidak meminta untuk memilih dan tidak pernah minta untuk tidak memilih. Kami hanya ikuti aturan yang ditetapkan oleh negara," tandasnya.
(zal/sho)










































