Sumber detikcom, Selasa (19/5/2009) mengatakan hingga saat ini SB masih tidak mau bicara. Dia ingin membiarkan proses politik terkait Pilpres 2009 yang terjadi belakangan ini sebagai sesuatu yang alami.
Setelah meneken kontrak mendukung SBY-Boediono di Kemang Jakarta Selatan hari Minggu (17/5/2009) lalu, SB menghabiskan hari-harinya di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam diam, SB yang masih menjabat ketua umum PAN hingga 2010 ini tetap mengikuti perkembangan politik.
"SB tidak stres. Hanya kecewa saja dengan apa yang terjadi. Tindakan SB yang mau menandatangani dukungan untuk SBY-Boediono hanya sebagai realitas politik saja, karena untuk mendukung Prabowo sebagai presiden juga sudah tidak mungkin," kata fungsionaris DPP PAN ini.
Dia menduga SB mendukung SBY-Boediono secara pasif. "Sejatinya kita tidak tahu apa yang di benak SB dalam Pilpres 2009. Tapi, sepertinya ya mendukung SBY-Boediono secara pasif saja," kata dia.
Yang jelas, setelah kisruh internal beberapa hari lalu, SB dan jajaran PAN ingin fokus bagaimana mensolidkan partai. "Kita mendorong agar SB bisa bertemu Pak Amien Rais dan jajaran PAN lainnya membicarakan bagaimana kita bisa solid," ujar dia.
Tanda-tanda dari berbagai kubu agar PAN solid juga sudah mulai terlihat. "Antara lain isu-isu kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan SB sudah tidak terdengar lagi. Kabarnya Pak Amien sudah meminta DPW-DPW PAN yang mendorong isu itu tidak usah memperpanjang lagi wacana itu," ujar dia.
Sementara itu, saat ditanya kapan SB akan menggelar jumpa pers, Ketua Media Center PAN Sunan Hasan mengaku belum memiliki jadwal. "Nanti kalau ada jumpa pers akan saya kasih tahu," ujar dia.
(asy/nrl)











































