Bantahan itu disampaikan Sultan saat bertemu dengan wartawan baik di Gedhong Jene Keraton Yogyakarta dan di Ponpes Al Munawwir, Krapyak, Sewon, Bantul, Selasa (19/5/2009). "Akan kita pertimbangkan apa yang diutarakan beliau (JK-red), tapi sekarang belum," kata Sultan.
Usai menemani JK ke Ponpes Al Munawwir, Sultan juga membantah dirinya sudah resmi masuk kepengurusan tim sukses atau kampanye pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. Sultan menegaskan, sampai saat ini belum ada yang menawarinya hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sultan, dirinya berkomitmen untuk kepentingan bangsa bukan perorangan. Oleh karena itu tawaran menjadi tim sukses juga belum dijawabnya.
Menurut dia, pencalonan pasangan JK resmi keputusan Partai Golkar, namun dirinya lebih berkomitmen pada bangsa dan negara. Sedang dalam pilpres lebih pada figur perseorangan.
"Ini bukan soal kecewa atau tidak, memang keputusannya di bawah partai, tapi kan lebih menyangkut figur orang perseorangan bukan pada institusi. Saya tetap pada komitmen untuk bangsa dan negara,"Β katanya.
Dalam kesempatan itu dia juga tidak akan mengarahkan warga Yogya untk mendukung dan memilih pasangan capres dan cawapres tertentu. "Silakan masyarakat memilih sendiri. Htu merupakan hak politik masing-masing
warga," pungkas Sultan sambil menuju mobil AB 10 HB.
(bgs/djo)











































