Pertemuan tersebut digelar di sebuah rumah di Jalan Mendut, Jakarta, Senin (18/5/2009) malam. Anggota Dewan Penasihat Golkar Aburizal Bakrie (Ical) juga menghadiri pertemuan tersebut. Isu yang berhembus pertemuan itu dimanfaatkan untuk menggulirkan isu Munaslub Golkar untuk mendongkel Jusuf Kalla (JK) dari posisi ketua umum.
Maklum dukungan Agung, Akbar dan Ical atas duet JK-Wiranto diragukan. Ketiga orang ini tidak menghadiri deklarasi JK-Wiranto. Mereka juga tidak terlihat saat duet JK-Wiranto mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara DPD II pernah mendatangi Agung dan menyatakan menolak pencapresan JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya ada (pertemuan), hanya silahturahmi saja. Tidak ada pembicaraan ke arah situ (munaslub), kita ingin Golkar ke depan lebih baik," ujar Agung kepada wartawan sebelum mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).
Soal dukungan ke JK-Wiranto, Agung memastikan partainya solid. "Soal pro kontra itu ada, tapi jika sudah diputuskan harus ditaati," tandasnya.
(Rez/iy)











































