"Jadi secara institusi PAN berkoalisi dengan PD dan mendukung SBY-Boediono. Tidak dibicarakan sanksi untuk itu," kata Ketua DPP PAN Patrialis Akbar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).
Patrialis menyampaikan rasa kecewanya karena ada beberapa kader PAN yang merapat ke JK-Wiranto. Dia berharap kader-kader 'pembangkang' ini hanya menjalin hubungan baik dengan JK-Wiranto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon anggota DPD Sumbar yang gagal ini menepis anggapan publik bahwa Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menandatangani kesepakatan koalisi PAN-PD karena paksaan. Ketidakhadiran SB dalam deklarasi SBY-Boediono juga dianggap Patrialis sudah cukup diwakili dengan petinggi PAN lainnya.
"Tidak ada paksaan, sama sekali tidak ada paksaan. Kalau ada orang yang ngomong terpaksa itu karena tidak suka. Kecuali kalau dengar dari mulut pak SB. Tidak penting kehadiran wajah yang paling penting sikap formal, ketidakhadiran fisik mungkin karena ada halangan," imbuhnya.
"Kadang-kadang pertemuan seseorang dengan pasangan lain bukan disertai kegiatan politik," pungkasnya lemas.
(van/yid)











































