"Ada pengakuan dari ketua KPU Papua bahwa sebenarnya dari tiga daerah pemilihan di Kabupaten Yahukimo, tapi hanya satu dapil yang melaksanakan proses pencontrengan," ujar Taufiq Basari, kuasa hukum dalam persidangan perselisihan hasil pemilu di MK, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2009).
Jika ditelusuri dari semua fakta yang terjadi pada rapat pleno KPU, menurut Taufik, penghitungan suara di Yahukimo sampai dengan hari ini masih bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya indikasi kalau pemilu di Yahukimo berjalan fiktif, Taufik mencontohkan, terdapat lonjakan suara yang luar biasa dari salah satuย calon anggota DPD atas nama Paulus Yohanes.
"Dia mendapat 148 ribu suara, dari 185 ribu suara sah di Yahukimo," ungkap Taufik.
Ketidakkonsistenan DPT dengan perolehan suara dalam penghitungan suara di Yahukimo, menurut Taufik, juga menimbulkan penolakan bukan hanya dari DPD tapi juga dari partai politik.
"Fakta menunjukkan ada penolakan dari 36 partai politik," tandasnya.
(did/irw)











































