"Ada surat dari Kejagung, bahwa izin tidak hadir, juga dapat surat dari
Polri untuk tidak hadir," tutur pemimpin Raker yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR, Eka Santosa, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2009).
Atas permintaan anggota Komisi, Eka kemudian meminta perwakilan Jaksa Agung dan Kapolri menyampaikan alasannya. Dua perwakilan petinggi stakeholder pemilu pun kemudian menyampaikan alasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
beliau menyampaikan saya untuk mewakilinya," tutur Wakil Jaksa Agung, Muktar Arifin.
Jika Jaksa Agung mengaku bertugas ke daerah, Kapolri sedang menghadiri rapat di Menko Polhukam. Wakabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Hadiatmoko yang mewakili Kabareskrim yang sedang bertugas keluar negeri, kemudian menjelaskan alasan ketidakhadiran Kapolri.
"Bapak Kapolri ada rapat di polhukam, Pak Kabareskrim yang ditugaskan
mewakili ada tugas ke Hongkong, jadi saya yang mewakilkan," tutur Hadiatmoko.
Tidak puas dengan jawaban dua perwakilan yang datang, Anggota Komisi II DPR, Ferry Baldan, pun protes. Menurutnya seharusnya Kapolri dan Kejagung lebih mengutamakan pengamanan dan persiapan pemilu presiden bulan Juli nanti.
"Saya kira rapat ini begitu penting, mudah-mudahan benar-benar bertugas
negara," tutur Ferry.
(van/irw)











































