Menurut Tifatul Sembiring, 3 butir kontrak politik itu pertama kerjasama legislatif dan eksekutif. Kedua, platform tentang ekonomi, politik sosial, budaya.
"Dari segi ekonomi kan Boediono dibilang perpanjangan tangan asing. Platform ini untuk mengikat agar jangan ada intervensi asing," jelas Tifatul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul melanjutkan, butir ketiga butir kontrak politik itu yakni adanya forum komunikasi antara presiden dengan pimpinan partai, antara fraksi-fraksi dan komunikasi di parleman.
"Karena dari masa lalu kurang lancar," kata dia.
Tifatul mengakui adanya polemik dipilihnya Boediono di internal PKS. Hal itu karena sosok Boedino belum terlalu akrab di telinga kader PKS.
"Tanggal 15 lalu kontrak politik itu disepakati. Jadi sudah bulat tinggal sosialisasinya saja yang belum," katanya.
Tifatul juga mengakui PKS menginginkan cawapres SBY berasal dari internal partai itu.
"Ya ini kan ada plus minusnya. Kalau dipilih dari perwakilan umat akan lebih mudah dipilih, tapi ini kan persoalannya untuk ekonomi dan SBY perlu pendamping untuk ahli ekonomi dan keuangan," jelasnya.
(nik/nrl)











































