Jakarta - Partai Demokrat (PD) sedari awal menggunakan sebutan SBY-Boediono untuk pasangan bakal capres-cawapres jagoan mereka. Sedangkan sebutan SBY Berbudi yang populer sejak malam deklarasi, sebenarnya baru sebatas usulan dari para pendukung.
"Yang didaftarkan ke KPU juga SBY-Boediono, bukan yang lain. Ya daripada pusing-pusing cari singkatan lagi," ujar Ketua DPP PD Andi Mallarangeng pada detikcom, Senin (18/5/2009).
Pernyataannya menanggapi kabar penggantian sebutan SBY Berbudi oleh parpol anggota
koalisi. Pertemuan pimpinan parpol anggota koalisi pendukung SBY sepakat mengganti sebutan SBY Berbudi menjadi SBY Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mallarangeng kemudian mengutip kembali pidato Gamawan Fauzi dalam pembacaan deklarasi dukungan terhadap bakal pasangan konstestan Pilpres 2009 itu di Badung pada 15 Mei 2009. Pada bagian awal jelas Gubernur Sumbar tersebut menyatakan dirinya mengusulkan sebutan SBY Berbudi yang punya dua arti, SBY Bersama Boediono dan SBY berbudi baik.
"Ada banyak lagi usulan dari teman-teman. Ada yang SBY-Budi dan macam-macam lagi," papar Mallarangeng.
(lh/iy)