"Mereka pasti akan menyimpan dan menghindar dari isu itu," kata pengamat politik UI Andrinof Chaniago saat dihubungi detikcom, Senin (18/5/2009).
Seperti diketahui, saat tragedi terjadi, Wiranto yang menjadi cawapres Jusuf Kalla menjabat sebagai Menhan/Panglima ABRI. Sementara Prabowo Subianto yang menjadi pendamping Megawati menjabat sebagai Panglima Kostrad. Sedangkan SBY, meski tidak terlalu diterpa isu pelanggaran HAM 1998, juga menjabat sebagai Assospol Kassospol ABRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Andrinof, isu pengusutan pelanggaran HAM 1998 dalam kampanye Pilpres tidaklah menjadi jualan yang efektif. Karena isu tersebut terlalu elitis untuk konteks masyarakat Indonesia saat ini.
"Isu itu penting. Namun, isu itu hanya jadi perhatian aktivis, LSM, dan kalangan terdidik. Sebaliknya masyarakat lebih kena dengan isu sembako murah dan sebagainya," jelasnya.
Mengenai tanggapan internasional, jika salah satu pasangan calon yang diterpa isu pelanggaran HAM 98 terpilih, Andrinof menjelaskan hal itu juga kurang menjadi perhatian. Sebab, dunia internasional juga memiliki standar ganda dalam penegakan HAM.
"Misalnya AS. Dia sendiri melakukan pelanggaran HAM di Irak dan Afghanistan," pungkasnya.
(lrn/nrl)











































