Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memang memiliki pemilih yang loyal. Namun isu ekonomi kerakyatan yang mereka embang justru dapat menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
"Itu hanya untuk kelas atau market tertentu, contohnya hanya untuk petani dan nelayan," jelas Andrinof saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (16/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan SBY Berbudi? Pasangan ini dinilai sudah sangat populer. Terlebih lagi dengan figur SBY.
Namun Andrinof justru menyentil posisi Boediono. Gubernur BI ini akan menjadi titik terlemah. Kepribadian Boediono yang santun memang sudah teruji.
"Tapi kita juga harus melihat masalah kemampuan saat menghadapi masalah. Boediono kurang dalam hal ini," ujar Andrinof.
Sedangkan untuk pasangan terakhir, meski unggul dalam hal kecepatan di diri JK dan punya penjaga ketertiban keamanan pada Wiranto, Andrinof justru menilai pasangan ini tidak terkonsep.
"Kelemahan JK-Wiranto adalah tidak terencana, tidak terkonsep, terlalu pragmatis dan lebih mementingkan instant," pungkasnya.
(mok/mad)











































