"Sangat mungkin, kenapa enggak," kata Supriyantoro saat ditemui wartawan di RSPAD Gatot Subroto, Jl Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2009).
Keputusan untuk meloloskan pasangan capres dan cawapres akan ditentukan lewat rapat tim dokter usai tes kesehatan. Selajutnya, hasil rapat akan diberikan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) keesokan harinya.
"Laporan akan langsung diberikan, tidak akan menunggu pemeriksaan capres lain (SBY-Boediono)," jelasnya.
Lebih lanjut Supriyantoro menambahkan, standar kesehatan yang diterapkan dalam tes ini tidak akan terlalu tinggi. Para calon masih diperkenankan lolos, meski mengidap penyakit tertentu.
"Jadi boleh saja punya penyakit seperti jantung, tensi tinggi, selama masih bisa diobati dan diperkirakan tidak akan menggangu pekerjaan selama 5 tahun," tutupnya.
(mad/nrl)











































