"Kalau soal kursi, kita dapat banyak," kata Tifatul sambil tertawa.
Hal ini disampaikan dia usai menghadiri pendaftaran capres-cawapres SBY-Boediono di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2009).
Namun demikian, Tifatul menolak membocorkan jumlah kursi maupun posisi yang dikantongi partainya.
"Untuk soal itu, belum dibicarakan detil ke sana," sahut Tifatul saat ditanya wartawan posisi menteri apa saja yang didapat PKS.
Apa 20, 30 kursi? cecar wartawan. Tifatul lagi-lagi hanya melempar senyum khasnya.
Dikatakan dia, PKS telah sepakat mendukung duet SBY-Boediono. "Pada dasarnya, kita bicara soal the right man on the right place untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Kita akan menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar. Oleh karena itu, Pak SBY harus didampingi oleh seorang ahli ekonomi yang kompeten. Dan orangnya adalah Pak Boediono," papar dia.
Menurut dia, PKS telah membuat kesepakatan dengan SBY. Isinya, PKS tidak ingin diintervensi asing.
"Kemarin, Pak SBY sudah menjelaskan dan sudah menandatangani kontrak politik. Kami menggarisbawahi bahwa kedaulatan kami tidak boleh diintervensi asing. Pak SBY mau memahami dan mendatanganinya," kata Tifatul.
(aan/mok)











































