"Finalnya pada hari Sabtu, saya diberitahu oleh Pak SBY," kata Boediono saat wawancara eksklusif dengan TVOne di Sabuga, Bandung, Jumat (15/5/2009) pukul 21.00 WIB seusai deklarasi SBY-Boediono. Acara wawancara itu disaksikan oleh para pimpinan parpol pendukung koalisi SBY-Boediono.
Boediono menjelaskan memang ada banyak nama cawapres yang masuk ke kantong SBY. "Saya kira nama-nama itu memang cukup banyak, kemudian mengerucut. Itu pun saya tidak pasti akan sebagai pilihan SBY," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono tidak menyangka akan ditunjuk SBY sebagai cawapres. "Kami tidak menyangka. Tentu ini tidak semalam terjadi. Karena ini suatu tugas yang menurut kami merupakan tugas negara, saya kemudian menerima ajak Bapak Presiden SBY," ujar dia.
Saat memberitahu Boediono pada tanggal 9 Mei, SBY awalnya memaparkan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan. "Saat saya dipanggil, kalimat pertama yang disampaikan Pak SBY, terima kasih Pak Boediono telah datang ke sini. Lalu, beliau menceritakan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa kita. Setelah itu, saya baru diberitahu," ujar dia.
Awalnya, pengumuman cawapres SBY akan dilakukan pada 10 Mei 2009. Namun, pada tanggal 9 Mei, Partai Demokrat menunda waktu pengumuman itu hingga 15 Mei. Sebelum tanggal 9 Mei, nama Boediono menjadi cawapres yang kuat, selain nama Hatta Rajasa.
(asy/gah)











































