SBY Tebar Riwayat Keberhasilan

Deklarasi SBY Berbudi

SBY Tebar Riwayat Keberhasilan

- detikNews
Jumat, 15 Mei 2009 20:37 WIB
SBY Tebar Riwayat Keberhasilan
Jakarta - Dalam pidatonya deklarasi SBY Berbudi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat, SBY banyak menyebutkan riwayat keberhasilan pemerintahannya. SBY juga berjanji jika terpilih tidak akan banyak berjanji dan lebih banyak bekerja.

"Saya bersama Prof Dr Boediono jika Allah SWT meridhoi dan rakyat memberikan mandat kembali, kami bertekad melanjutkan dan menuntaskan tugas pengabdian sampai 2014. Terima kasih yang Insya Allah akan menjadi salah satu masa bakti terakhir saya dalam pemerintahan," ujar SBY.

SBY menyampaikan hal itu dalam pidato sambutan deklarasinya, di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, jika terpilih maka tugas 5 tahun mendatang yang akan diemban tidaklah mudah di tengah krisis ekonomi. Tak lupa SBY menyebut sederet keberhasilannya selama memimpin.

Keberhasilan itu antara lain, stabilitas politik dan keamanan negeri yang lebih baik. Keadilan semakin tegak, korupsi diberantas tanpa pandang bulu, perekonomian yang terus tumbuh, kesejahteraan rakyat yang makin meningkat di bidang pendidikan, kesehatan dan swasembada pangan. Demokrasi semakin berkembang, HAM semakin dilindungi, citra Indonesia di luar negeri makin dihormati dan peran Indonesia di dunia makin luas.

"Oleh karena itu kami tidak akan banyak berjanji. Mengapa? Situasi yang kami hadapi tak mudah, persoalan bangsa makin kompleks. Rakyat juga mengetahui bahwa pemerintahan yang saya pimpin yang telah dan terus bekerja menghasilkan suatu yang nyata dan bukan wacana. Rakyat tahu pemerintahan yang saya pimpin memberikan bukti bukan janji," jelasnya.

SBY pun juga berjanji akan terus berpikir, bertindak tepat dan rasional dalam mengatur negara. Karena semua itu harus dipertanggungjawabkan baik kepada Allah SWT dan rakyat serta generasi mendatang. Konflik kepentingan pun harus dihindari.

"Kita haruslah tetap konstitusional dan sesuai Undang-undang dan aturan yang berlaku. Tak boleh gegabah dan konflik kepentingan baik kepentingan bisnis, kepentingan politik dan kepentingan pribadi dan yang lain," jelasnya. (nwk/iy)


Berita Terkait