"Ini pilihan yang berani dari presiden. Agar tidak membangun kutub, maka Boediono harus luwes dan berkomunikasi dengan parpol," kata pengamat politik Bima Arya di acara deklarasi pasangan SBY-Boediono, di Sabuga, ITB, Bandung, Jumat (15/5/2009).
Menurut Bima, Boediono harus bisa fleksibel yang mencerminkan dia seorang politisi.
"Boediono harus lincah, karena sudah menjadi politisi. Harus mampu," tutupnya.
(ndr/iy)











































