Boediono Bukan Penganut Neoliberalisme

Deklarasi SBY-Boediono

Boediono Bukan Penganut Neoliberalisme

- detikNews
Jumat, 15 Mei 2009 11:57 WIB
Jakarta - Banyak kalangan yang menuding Boediono sebagai penganut neoliberalisme. Tapi jika ditelusuri dari berbagai kebijakan di mana Boediono ikut memutuskan, cawapres SBY ini jelas-jelas bukan penganut neoliberalisme.

Demikian disampaikan ekonom Chatib Basri yang ikut dalam rombongan Boediono ke Bandung, di atas kereta Parahyangan, Jumat (15/5/2009).

Chatib menjelaskan, Boediono sudah malang melintang menangani ekonomi Indonesia di bawah berbagai pemerintahan. Pada saat pemerintahan Megawati, Boediono menjadi Menteri Keuangan dan pada pemerintah SBY kali ini ia menjabat sebagai Menko Perekonomian dan kini Gubernur BI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau (Boediono) sangat paham memakai mekanisme fiskal yang perlu dilakukan saat ini. Kalau orang memahami mekanisme fiskal, maka jelas orang itu bukan neoliberal," katanya.

Ia pun mencontohkan, keterlibatan Boediono dalam berbagai program pemerintah yang prorakyat seperti PNPM Mandiri dan bantuan langsung tunai (BLT).

"Banyak kebijakan pemerintah saat ini yang Pak Boediono ikut ambil inisiatif. Seperti PNPM Mandiri dan BLT, itu benar-benar tidak mencerminkan ekonomi liberal. Beliau pernah terlibat penanggulangan kemiskinan dan faktanya dia aktif program kesjateraan," tambahnya.

Lalu, kira-kira kebijakan ekonomi apa yang bakal diambil Boediono dalam 5 tahun ke depan?

"Isu paling besar saat ini adalah isu global. Prioritas utama adalah mengatasi krisis global. Diperlukan kebijakan untuk perlindungan rakyat miskin, oleh karena itu pemerintah harus aktif menguatkan ekonomi. Untuk itu pemerintah harus clean. Langkah jangka pendek paling mudah mengatasi krisis di Indonesia adalah menjaga lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan," jelasnya.

(nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads