pembicaraan mengenai cawapres pendamping SBY itu. PKS meminta SBY
memperbaiki komunikasi dengan partai anggota koalisi.
"Hal yang prinsipil bagi PKS bukan Boediono, tapi pola komunikasi yang
dibangun Pak SBY dan Partai Demokrat dengan anggota koalisi diperbaiki," ucap Ketua FPKS Mahfudz Siddiq dalam jumpa pers di ruang FPKS, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/5/200).
Persoalan komunikasi inilah yang membuat partai dakwah ini meradang
terhadap pemilihan Boediono menjadi cawapres SBY. PKS tidak sreg dengan cara SBY yang hanya mengirim utusannya untuk menyampaikan cawapres pilihannya kepada partai anggoata koalisi. Partai dakwah ini meminta SBY yang menjelaskan langsung soal pilihannya dan alasan kenapa memilih Boediono sebagai pendampingnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKS masih menggantung sikapnya dan belum memastikan menarik dukungan
kepada SBY. Partai dakwah ini masih menunggu hingga batas 15 Mei pukul 00.01 WIB.
(Rez/anw)











































