Tiba di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2009), Erman disambut Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary, Sekjen KPU, Suripto Bambang Setyadi, dan beberapa anggota KPU.
"Silaturahmi terkait hak pilih para tenaga kerja di luar negeri maupun yang mau berangkat ke luar negeri," tutur Erman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta KPU memfasilitasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri berupa sosialisasi sehingga mereka dapat merealisasikan hak-hak mereka di pilpres yang akan datang," tutur Erman yang mengenakan baju dinasnya.
KPU dimintanya lebih serius mendata dan mensosialisasikan pilpres mendatang. Termasuk dengan menambah petugas lapangan di sejumlah negara strategis. Erman pun menawarkan diri untuk ikut serta mensosialisasikan pilpres Juli nanti.
"Perlu petugas khusus sosialisasi, kita siap bekerjasama, berpartisipasi bersama pengamat tenaga kerja dan PJTKI untuk mensukseskan pilpres," tutur Erman.
Abdul Hafiz yang duduk di sebelah kiri Erman pun bergegas menyampaikan permasalahan yang dialami KPU seputar pemilih luar negeri.
"Persoalannya di data-data karena datanya belum jelas. Di Jeddah misalnya. Ada yang datang 5.000 tapi yang pulang sekian ribu tidak tahu, sehingga kami tidak tahu orangnya di mana," keluh Hafiz yang mengenakan baju batik biru ini.
"Tidak semua warga negara kita di luar negeri yang bersedia didata. Mereka mau memilih tetapi tidak mau didata. Mereka takut dideportasi karena ketahuan," imbuhnya.
Namun demikian Hafiz menyambut niat positif Erman dan siap melaksanakan usulan sang menteri.
"Terimakasih Pak Menteri, kami akan lebih memperhatikan hak-hak TKI," tegasnya.
(van/irw)










































