Alasan Prabowo Akhirnya Mau Jadi Wapres Mega Masih Misterius

Alasan Prabowo Akhirnya Mau Jadi Wapres Mega Masih Misterius

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2009 14:35 WIB
Alasan Prabowo Akhirnya Mau Jadi Wapres Mega Masih Misterius
Jakarta - Publik masih cukup maklum jika Prabowo Subianto ngotot menjadi capres. Namun menjelang penutupan daftar capres-cawapres oleh KPU, Prabowo yang dikabarkan lebih baik tidak maju dalam Pilpres jika tidak menjadi capres rela menurunkan keinginannya hanya menjadi cawapres Mega. Apa sebab?

Penelusuran detikcom di internal PDIP menyebutkan, kesediaan Prabowo sebagai cawapres Mega itu karena ada konsesi khusus antar keduanya yang tidak diketahui orang lain. Kesepakatan antar Mega dan Prabowo masih akan disimpan sampai duet ini resmi diumumkan.

"Yang pasti kita senang, karena kita tidak jadi berkoalisi dengan PD. Tetapi soal deal antara Bu Mega dengan Prabowo, kita belum dapat laporan. Itu yang tahu hanya mereka berdua," papar sumber itu kepada detikcom, Kamis (14/5/2009).
Β 
Saat detikcom mengungkap adanya isu konsesi antara Mega dan Prabowo berbentuk power sharing yang lebih memberikan mandat lebih besar kepada Prabowo meskipun jabatannya sebagai wapres, sumber itu menjawab, "Bisa saja kalau kita main tebak-tebakan. Tetapi Undang-undangnya kan jelas, kekuasaan itu di tangan presiden, bukan wapres. Wapres itu hanya membantu tugas presiden," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang pasti lanjut sumber itu, meskipun kesepakatan Mega-Prabowo itu telah diteken, tetapi untuk pengumumannya masih dirahasiakan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondusivitas duet sampai pendaftaran di KPU.

"Kalau dealnya sudah semalam mas, tetapi memang Prabowo minta tidak diumumkan dulu karena masih dalam proses finishing komunikasi,"paparnya.

Saat ditanya bagaimana bentuk power sharing yang disepakati PDIP dan Gerindra di kabinet jika terpilih, sumber itu menjelaskan, bagi-bagi kursi menterinya akan disesuaikan dengan proporsi suara. Tetapi jika dalam koalisi ini dapat memenangkan 1 putaran, mayoritas kursi menteri akan diisi kader PDIP dan Gerindra.

"Kalau soal itu ya seperti biasa, sesuai dengan kekuatan masing-masing. Jadi ya proporsional," pungkasnya.

(yid/iy)


Berita Terkait