Bima Arya: SBY Amat Berani Ambil Risiko

Pilih Boediono

Bima Arya: SBY Amat Berani Ambil Risiko

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2009 13:49 WIB
Bima Arya: SBY Amat Berani Ambil Risiko
Jakarta - Keputusan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih Boediono sebagai cawapres, jelas mencerminkan konsistensinya terhadap sistem presidensiil. Tapi ada harga besar yang harus dia bayar kelak sebagai risiko dari keberaniannya itu.

"Dengan memilih Boediono jelas logika berpolitik SBY dengan sistem presidensiil," ujar pengamat politik Bima Arya, di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (14/5/2009).

Di dalam sistem presidensiil, presiden punya kewenangan penuh menentukan anggota kabinetnya. Pertimbangannya sebagai kepala pemerintahan jelas SBY membutuhkan pembantu-pembantu yang sepenuhnya dapat dia percaya dan andalkan untuk mensukseskan pelaksanaan program-program pemerintahannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi ada harga yang harus SBY bayar atas pilihannya itu. Yakni lemahnya dukungan dari parlemen dari lawan-lawan politik Partai Demokrat (PD) yang berkeberatan dengan figur Boediono karena tidak menunjukkan unsur Islam, keseimbangan geo politik Nusantara bahkan padangan ekonomi Gubernur BI tersebut.

Uniknya perlawanan kuat justru bisa jadi datang dari parpol-parpol yang sejauh ini masih merupakan mitra koalisi PD. Terutama dari PKS yang sejauh ini terus gencar mengecam Boediono. Sedangkan PPP, PAN dan PKB, kemungkinan perlawanannya relatif kecil.

"SBY amat berani mengambil risiko. Sangat terlihat jelas bagaimana reaksi keras dari parpol mitra koalisi PD," pungkasnya.
(lh/nrl)


Berita Terkait