"Dia antek asing dan pendukung neoliberal," kata Chaerudin, koordinator aksi, Kamis (14/5/2009).
Massa memberikan alasan sosok Boediono tak layak memimpin bangsa. Ia dikenal sebagai motor privatisasi perusahaan nasional dan ikut bertanggung jawab menaikkan harga BBM.
"Kita akan bergerak sampai benar-benar batal jadi wapres," ucapnya.
Aksi yang berlangsung sekitar 50 menit berjalan tertib. Petugas polisi yang berjaga juga terlihat santai. Pendemo langsung menuju gedung BI usai membubarkan diri untuk tuntutan serupa.
(Ari/nrl)











































